Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Meski Kontroversi, Pelantikan Perangkat Kerajaan Binuang Dihadiri Raja Bone, Gowa dan Maros


PERIKSA21.CO.ID ------ Pelantikan perangkat adat mengatasnamakan Kerajaan Binuang di helat di Gedung Gabungan Dinas-Dinas( Gadis ) Polewali, Kabupaten Polman. Minggu, 27 Pebruari 2022.


Pelantikan tersebut dihadiri tamu kehormatan asal Sulawesi Selatan yakni Raja Gowa Andi Kumala Idjo, Raja Bone Andi Baso Hamid dan Raja Maros Andi Muhammad Idris, sementara Raja Mamuju dan Luwu diwakili utusannya masing-masing.


Ketua Panitia acara pelantikan perangkat kerajaan binuang, Andi Herwin Saputra A.Massalissi mengungkapkan yang terpilih dan mau jadi perangkat harus ikhlas demi menjaga nilai luhur adat istiadat, Kata dia, sebelum pelantikan digelar, dilakukan royal dinner untuk menjamu para tamu kehormatan, "  Tentu tujuan acara ini, menjaga kelestarian budaya dan menjaga derajat semua rumpun para wija to binuang, agar betul-betul menjaga kelestarian adat di kerajaan binuang. " jelasnya, saat ditemui di sela-sela kegiatan.


Menanggapi belum adanya Arung Buku dalam struktur perangkat adat kerajaan binuang yang dilantik,  Andi Herwin menjelaskan pihaknya masih mencari figur yang pas buat mengisi posisi tersebut, " Kami masih mencari figur yang pas buat Arung Buku. " terangnya.


Sementara itu, Raja Binuang ke-18 Andi Irfan Mappaewang yang melantik perangkat kerajaan binuang, berharap perangkat kerajaan dapat pro aktif di tengah masyarakat. Karena kata dia, perangkat yang dilantik memang merupakan figur yang berada di tengah masyarakat. " Arajang hanya bisa diganti karena dua faktor, karena mengundurkan diri dan mangkat, jadi masa periodenya tidak ada secara adat, Berbicara istana kerajaan binuang maka rumahnya akan menjadi istana, tidak seperti kerajaan di pulau jawa. " ucapnya.


Andi Irfan Mappaewang memaparkan kekosongan arung buku,  karena belum adanya kesepakatan keluarga di antara keturunan arung buku, mengenai siapa yang akan didudukkan di situ. " Kita juga tidak mau membentuk perangkat kerajaan tapi malah menimbulkan konflik diantara keluarga mereka, " tuturnya.


Di samping itu, Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo mengatakan pelantikan perangkat kerajaan untuk menjaga kelestarian adat dan budaya di kerajaan binuang. Sebab seorang raja tidak mungkin maksimal bekerja tanpa dibantu para perangkat, " Budaya itu merupakan sebuah mata rantai mempersatukan nusantara, olehnya kita perlu menjaga dan melestarikannya, bukan hanya tanggung jawab para pemangku, perangkat dan tokoh adat,  tapi semua lapisan masyarakat termasuk pemerintah. " paparnya.


Meski demikian, keturunan Raja Binuang terakhir Andi Mattulada yakni Andi Irfan Andi Pawelloi Bin Andi Pabettai Bin Andi Mattulada menilai  pelantikan yang mengatasnamakan kerajaan binuang tersebut tanpa persetujuan keturunan keluarga Arajang Binuang terakhir Andi Mattulada berdasarkan putusan Menteri Dalam Negeri tanggal 10 Januari 1952, sehingga ia menyatakan tindakan tersebut  tidak menjunjung nilai-nilai adat, adab, kesopanan, serta martabat keluarga besar Aradjang Binuang terakhir Andi Mattulada. " Berbicara tentang Kerajaan Binuang, maka sudah jelas siapa raja terakhir yakni Andi Mattuladda pada tahun 1950. dan itu sudah disampaikan keberatan keluarga, " tegasnya. saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu 27 Pebruari.


Atas kejadian tersebut, Andi Irfan Pawelloi menyampaikan keluarga keturunan Arajang Binuang terakhir Andi Mattulada akan mengaktifkan kembali kehadatan binuang. termasuk upaya langkah hukum. Di mana pihaknya akan mengkaji mana hal-hal kegiatan yang bertentangan keadaban, "   Mereka membuat adat berdasarkan klaim.sepihak, karena tidak mungkin kerajaan mundur tahunnya, itu ada SK Keputusan Mendagri tanggal 10 Januari 1952, karena kita berubah menjadi sistim administrasi masuk ke dalam NKRI pada waktu itu, " jelasnya.


Meski begitu, Andi Irfan Pawelloi mengakui memang ada hubungan keluarga antara Raja Binuang terakhir Andi Mattulada dengan sejumlah perangkat kerajaan binuang yang dilantik di gedung Gadis, " Tapi jalurnya masing-masing ada, mereka bisa membuka silsilahnya,  Jangan mengklaim kerajaan yang sudah jelas, itukan di luar kewarasan, adapun kalau mengklaim seperti itu harus ada acara adat yang dilakukan yang dikenal tallu bate, semua perangkat adat harus menyetujui termasuk persetujuan ahli waris tahta kerajaan binuang. " bebernya.


Namun, Andi Irfan Pawelloi tidak akan melarang siapapun yang ingin melestarikan kebudayaan, Hanya saja, menurutnya, jangan mengklaim kerajaan binuang, Lantaran akan mencederai dan juga memberikan informasi yang salah, " Khususnya kepada anak cucu kita kedepan, dengan adanya kejadian begini membuktikan bahwa keturunan Arajang Binuang terakhir patuh terhadap aturan, sehingga kami tidak pernah berbicara raja karena kami masuk dalam NKRI, " pungkasnya.

 (All Gazali Ahmad)

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]