Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Caruk-Maruk Solusi Persoalan Sampah di Polman


PERIKSA21.CO.ID ------ Pasca ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir(TPA) sampah di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Desember tahun lalu, praktis tak ada lagi pengelolaan sampah secara sistematis, serempak dan berkesinambungan di Kabupaten Polewali Mandar.


Akibatnya, tumpukan sampah disertai aroma busuk menyengat berserakan di mana-mana di berbagai titik, Khususnya di wilayah perkotaan. Warga pun panik, beragam cara dilakukan, mulai dari membakar dan menanam sampah hingga membuang sampah ke pinggir jalan, sungai dan ke laut.



Atas kondisi tersebut, warga Polman mulai memprotes dan mengkritik Pemkab Polman di media sosial, mulai dari akun facebook hingga grup whatsaap. Mereka mendesak agar pemerintah segera mencari solusi mengatasi persoalan sampah.



Puluhan perwakilan Lembaga Sosial Masyarakat(LSM) pun menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Polman, mereka berorasi secara bergantian, menuntut tanggung jawab Pemkab karena tumpukan sampah sudah bertebaran di mana-mana.


Ketua LSM APKAN Polman, Abdul Rahman mendesak Bupati dan Sekda sebagai pengambil kebijakan segera mencari solusi mengatasi persoalan sampah, " TPA sudah ditutup tapi masih saja dianggarkan, Terlebih untuk pembangunan pusat daur ulang di sana, " ujarnya. Selasa 18 Januari 2022.


Sementara itu, perwakilan LSM LP-KPK, Abdul Malik mengatakan persoalan sampah telah menjadi citra buruk dalam capaian prestasi Polman meraih piala adipura, " Sampai sekarang belum ada titik terang, aroma busuk sampah sudah menyengat karena berserakan dimana-mana, Kita mau kejelasan pemerintah terkait lokasi TPA, " paparnya.


Menurut dia, saat ini sudah ada warga yang membuang sampahnya di lokasi orang lain, Hal ini akan menimbulkan polemik, Lantaran persoalan ini menyangkut hak hajat hidup orang banyak, " Kita tahu TPA Binuang sudah melalui kajian lingkungan, Tapi kenapa dalam prosesnya sampai terjadi pencemaran lingkungan, " sambung Malik.


Selain itu, perwakilan LSM LPA, Agus Salam mengungkapkan status  pandemi saat ini makin diperparah dengan munculnya masalah sampah, " Imun dan kesehatan yang harusnya dijaga, tapi kenapa muncul persoalan sampah, Apalagi warga sudah buang sampah ke laut, " bebernya.


Menanggapi hal itu, Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Polman, Sukirman Saleh  menyampaikan permintaan maaf karena Bupati tidak hadir menemui massa aksi, Namun ia memberi jawaban atas tuntutan pengunjuk rasa, " Kenapa TPA itu setelah ditutup masih dianggarkan, Karena wajjb bagi kita melakukan pemeliharaan jangan sampai terjadi pencemaran atau gangguan lingkungan, jadi itu alasan kenapa masih ada anggaran yang dikucurkan ke sana, " tuturnya.


Ia menambahkan Pemkab Polman sudah sangat serius mencari pengganti TPA Binuang, Namun selalu terjadi penolakan baik dari warga maupun mahasiswa, Sukirman berharap para LSM ini memberikan pemahaman ke warga bahwa TPA ini akan berjalan sesuai standar prosedur yang ada, " Karena kami akan melakukan kajian UKL-UPL nya, itulah masalahnya kenapa sampah kita sampai hari ini tidak jelas di buang kemana, " ucap Sukirman.


Demi mengatasi masalah sementara waktu, Lanjut Sukirman, para Camat diimbau menangani sampahnya di wilayahnya masing-masing. " Walau bagaimana pun harus ada TPA, karena residu sampah yang ada di kecamatan  tentu akan dibawa ke TPA, " tandasnya. 

(All Gazali Ahmad)


No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]