Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Dituding Sentra PSK dan Jual Minol, AMP Desak Big Cafe Polman Ditutup


PERIKSA21.CO.ID ------ Aliansi Masyarakat Polewali Mandar (AMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Polman, Mereka menuding Big Cafe dan Resto telah melanggar Peraturan Daerah(Perda) Nomor 13 tentang larangan penjualan minuman beralkohol (Minol), beroperasi hingga subuh dinihari serta menjadi sentra Pekerja Seks Komersial (PSK), Selasa 26 Oktober 2021.


Dalam orasinya, Korlap aksi, Ikbal menuntut agar Big Cafe dan Resto ditutup sementara, karena telah. menjual minuman beralkohol golongan A, B dan C, sehingga norma agama dan kearifan lokal Polman dengan julukan malabbiq ternodai. " Surat ijin yang dikantongi Big cafe adalah minuman beralkohol golongan A, Tapi faktanya ada golongan B dan C,  diberikan kepada orang tertentu, itu ada bukti laporannya ke kami, " jelasnya.


Selain itu, Ikbal mengungkapkan pada Pukul 22.00 Wita hingga Pukul 03.00 subuh dinihari, Big Cafe dan Resto sudah berbau diskotik, para pengunjung larut dalam suasana hingar bingar suara musik yang dipandu disc jockey( DJ ), " Bukan kah kita pemerintah  terstruktur,  Saya pikir Pemda harus mengawal daerahnya, jangan sampai ada budaya yang menodai kearifan lokal. Ketika aturan pusat turun ke daerah, kemudian aturan daerah tidak berfungsi maka lebih baik tidak usah buat aturan daerah. " paparnya.


Sementara itu, Perwakilan AMP lainnya, Fahmi menjelaskan sejak dibukanya Big Cafe dan Resto, jumlah PSK yang beredar di wilayah Polman mengalami peningkatan signifikan, sehingga ia meminta dinas terkait melakukan pendataan, " Di sana juga bebas tidak mematuhi Protkes, kami minta Big Cafe ditutup sementara, Kami akan turun kembali dengan massa yang lebih besar kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, " tegasnya.



Aksi unjuk rasa AMP ini, dikawal ketat puluhan petugas kepolisian dari Polres Polman, Tak lama berselang, PLT Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasat Pol PP ) Polman, Arifin meminta lima orang perwakilan massa aksi masuk ke dalam Kantor Bupati Polman menyampaikan tuntutannya.


Di ruang Satpol PP,, lima perwakilan AMP mendesak perwakilan Pemda Polman memberi jawaban atas tuntutan mereka. 


Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perijinan DPMPTSP Polman, Makmur, mengatakan selama ini Pemda Polman tidak pernah mengeluarkan ijin penjualan minuman beralkohol untuk Big Cafe,  " Kami hanya keluarkan ijin cafe dan soft drink bukan minuman beralkohol, Kami sudah memberikan ijin sesuai kearifan lokal kita,  Apalagi kalau sudah menyangkut prostitusi, kami tidak pernah akomodir, " paparnya.


Senada dengan itu, PLT Kasatpol PP Polman, Arifin menegaskan dengan terbitnya undang-undang cipta kerja secara otomatis daerah harus tunduk pada aturan pusat, Semua aspek perijinan diatur,  sehingga perijinan dipermudah pemerintah pusat, " Kami tahu di sini ada Perda larangan penjualan miras, tapi kami dibatasi aturan pusat, memang di sana cukup berbahaya kalau dibiarkan karena bertentangan norma agama dan aspek sosial, " tuturnya.


Terpisah, Owner Big Cafe dan Resto Polman, Rian, mengaku usahanya telah mengantongi ijin penjualan minuman beralkohol golongan A, sedangkan untuk jam operasional ia mempersilahkan pengunjuk rasa mengadu ke Pemda menanyakan standar batas waktu jam operasional, " Kami sudah berjalan sesuai aturan, Dan kami tidak pernah menyiapkan PSK, justru mereka yang masuk sendiri sama tamunya, Kami juga tidak sarankan ledis ini mangkal, Masa kita mau suruh pulang, " tandasnya saat dikonfirmasi via telepon.


( All Gazali Ahmad )

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]