Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Lakayang Pamboang Pamerkan Lipaq Sa'beq Berusia 80 Tahun


PERIKSA21.CO.ID -- Tempat rekreasi pantai dan Restoran Lakayang Pamboang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, pamerkan lipaq saq'be mandar sureq puang lembang yang berusia 80 tahun. 


Sarung tenun khas suku mandar itu dipajang bersama dengan sarung sabeq lainnya yang sureqnya sering digunakan oleh raja-raja mandar terhadulu ataupun tokoh adat dan masyarakat mandar. Sarung khas mandar yang dalam bahasa mandar disebut lipaq sa'beq ini memiliki ciri khas tersendiri, bahannya terbuat dari benang sutera dan hanya dibuat oleh penenun.


Sabeq mandar memiliki beragam sureq, sarung ini ditenun oleh perempuan-perempuan Mandar yang dalam bahasa Mandar disebut towaine sedangkan pria disebut tommuane. Harganya bisa mencapai puluhan juta seperti yang baru-baru ini dipakai oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. 


Launching wahana baru wisata Lakayang Pamboang menampilkan gallery lipaq sabeq, ini bertujuan mengajak masyarakat Mandar dimanapun berada untuk melestarikan kearifan lokal, Khususnya sarung sutera Mandar. 


Pemilik tempat wisata pantai dan restoran Lakayang Laila Nur Djamaluddin mengatakan, ada beberapa wahana baru yang dihadirkan di wisata pantai dan resto Lakayang yakni tempat makan terapung, studio foto tiga dimensi yang menampilkan perahu khas Italia, pemandangan alam dan pilihan foto tiga dimensi yang apabila berfoto di tempat tersebut seolah berada ditempat tersebut. 


"Bagi traveller yang suka jalan tidak mesti jauh-jauh ke Ubud Bali, cukup ke Lakayang dan tidak kalah pentingnya kita promosi lipaq sabeq Mandar ada galeri lipaq sabeq," terang Owner Lakayang Resto Laila Nur Djamaluddin. Jum'at 17 September. 


Promosi lipaq sabeq ini dihadiri oleh budayawan dan pemerhati budaya, baik dari Sulbar maupun dari luar Sulbar seperti dari Kalimantan. Laila menyampaikan kegiatan tersebut juga membantu para penenun di Mandar dimana saat ini sureq lipaq sabeq marasa sudah banyak yang order.


"Ada beberapa masyarakat mandar dari luar Sulbar yang sengaja hadir hari ini, Karena pandemi covid-19 sehingga sepertinya pelaksanaan perayaan HUT Sulbar belum dapat dilaksanakan di buttu ciping Tinambung sehingga kumpulnya disini dulu." tandas Laila Nur. 


Salah satu putra daerah Sulbar yang sukses di perantauan DR. Muslimin yang hadir dalam kegiatan tersebut. mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Laila Nur Djamaluddin, menurutnya untuk memajukan pariwisata di Sulbar perlu sinergitas antara investor dengan pemerintah daerah.


"Sektor pariwisata adalah sektor unggulan di Negara kita karena banyak multi player efek yang bisa lahir dari pariwisata yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan sentra ekonomi baru tapi dapat juga menambah pendapatan daerah," ujar DR. Muslimin yang merupakan perantau dari Kalimantan. 


Menurutnya, Pemerintah di Sulbar belum mampu menangkap peluang pariwisata yang ada di Sulbar. padahal Kata dia, destinasi wisata di Sulbar sangat eksotis mulai dari wisata bahari, air tawar, budaya hingga kuliner ada di Sulbar.


"Kita ibaratkan ini adalah dollar yang masih tidur, ini yang perlu kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah bagaimana mendorong agar para investor berinvestasi di sektor pariwisata karena pemerintah memiliki keterbatasan," pungkas DR. Muslimin.(Bdt)

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]