Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Disebut Orang Pinggiran, Puluhan Mahasiswa Mamasa Desak Kepala Satpol PP Minta Maaf.


PERIKSA21.CO.ID ---Puluhan mahasiswa Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa, Mereka memprotes pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Mamasa, Welem DP yang menyebut rekannya sesama mahasiswa sebagai orang pinggiran. Senin 07 Juni 2021.


Massa aksi mulai bergerak di Simpang Lima Jalan Jenderal Sudirman, lalu melakukan long march menuju Kantor Bupati Mamasa, setibanya di sana pengunjuk rasa kemudian berorasi menyampaikan tuntutannya.



Pernyataan Kepala Satpol PP Mamasa, Welem DP,  yang menyebut "orang pinggir jalan" kepada seorang mahasiswa terlontar saat aksi unjuk rasa peringatan Hari Pancasila lalu, 


Dalam orasinya. pengunjuk rasa menilai, sikap Kepala.Satpol-PP Mamasa, melanggar UUD 1945 Pasal 28E Ayat 3, yakni menjamin setiap orang berhak berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat serta melanggar UU Nomor 9 Tahun 1999 tentang  kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.


Mereka pun meminta klarifikasi Kepala Satpol-PP terkait pernyataan yang telah dilontarkan tersebut.


Menanggapi hal itu, Kepala Satpol-PP Mamasa, Welem mengatakan pernyataan yang dilontarkannya beberapa hari lalu, tidak  bermaksud mendiskreditkan lembaga maupun oknum mahasiswa. " Tidak ada niat sedikitpun untuk melecehkan anak-anakku mahasiswa, apalagi menganggap sebagai orang pinggiran," kata Welem di depan pengunjuk rasa.


"Kita tahu, setiap ada aksi itu, selalu dibahas  dan satu komando terkait isu apa yang akan disampaikan. Sehingga saat aksi, tidak ada yang mengatakan A, tidak ada yang mengatakan B, itu yang saya maksudkan," tambahnya.


Sebab itu, Welem mengungkapkan, jika pernyataannya dianggap salah, dari hati yang paling dalam, secara pribadi ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. "Jika hal yang dimaksudkan itu salah, maka melalui kesempatan ini saya Welem DP, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anak-anakku," tuturnya. 


Welem berharap penyampaian klarifikasi dan permohonan maafnya diterima dengan baik oleh para mahasiswa. " Mereka sudah mengerti, dan diakhir penjelasan, saya menyampaikan permohonan maaf jika dianggap salah," tukasnya. 


Boby Herianto, selaku jenderal lapangan massa aksi, memastikan unjuk rasa yang digelar merupakan aksi damai, Namun meminta Pemerintah Daerah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataan Kasatpol-PP., "Dengan gentle, Kasatpol mengakui kesalahannya terkait pernyataannya beberapa hari lalu," ucap dia.


Reporter : Jeje

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]