Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Bupati Polman Mensinyalir Ada Indikasi Politik Kedatangan KPK


PERIKSA21.co.id
---- Kedatangan rombongan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) ke Kabupaten PolewalI Mandar ( Polman ), Sulawesi Barat, mendapat pujian dari Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar.


Diketahui, selama lima hari di Polman, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap puluhan legislator Polman periode 2014-2019 serta mantan Kepala OPD, pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengesahan APBD Polman 2016- 2017.


Bupati Polman, Andi Ibrahim saat ditemui di Warkop 89 jalan Todilaling, Kelurahan Pekkabata, mengatakan dirinya siap memenuhi panggilan KPK jika sewaktu-waktu diundang dimintai keterangan, ia pun mengapresiasi penyidik KPK adalah orang hebat dan profesional, " Kalau minta keterangan, saya akan datang, saya harus memberikan contoh kepada masyarakat, mereka itu penyidik profesional, kalau ada yang besar suaranya wajar saja, memang beda-beda suaranya orang,  biasanya orang yang besar suaranya itu orangnya kecil, " Terangnya, saat dikonfirmasi, Senin 23 November 2020.


Bupati dua periode tersebut, mensinyalir ada indikasi politik sehingga kasus lama diungkit-ungkit kembali, Apalagi kata dia, mendekati Pilkada Sulbar  balihonya sudah terpasang dimana-mana, " Sama seperti tahun kemarin, waktu saya pencalonan periode kedua sekarang begini lagi kasusnya, Kalau mereka minta saya bertanggung jawab, saya pertanggungjawabkan, " Tegasnya.



Menurut adik kandung, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar ini, tidak ada masalah atas kedatangan KPK, sebab saat KPK berada di Polman dirinya sedang berada di Bali meninjau penyulingan air limbah menjadi air bersih, sehingga saat itu ia tidak bisa menghadiri undangan KPK, " Apalagi suratnya itu berada di ruangan Sekda, disitu tertulis sangat rahasia, jadi tidak ada yang mau buka, " Tukasnya.


Kendati demikian, Andi Ibrahim mengaku  surat undangan KPK untuk jadwal ulang pemeriksaan belum ia terima, Namun ia mengapresiasi kedatangan KPK pekan lalu agar pihaknya  mengetahui mana kebenaran dan mana bukan, " Kalau kami dibilang bagi bagi dari dulu kapan saya suka bagi bagi, karena kewajiban setiap muslim mengeluarkan zakatnya sekian persen, Sembilan orang anggota ku dulu di DPRD kenapa cuma dua mengaku yang lain tidak, inikan harus dipertanyakan, " Pungkasnya. ( Ag )

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]