Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Tak Terima Diduakan, Seorang Pria Asal Toraja Aniaya Mantan Kekasihnya di Mamasa

 


PERIKSA21.co.id ----- Seorang pria inisial KE, warga Desa Saruran, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harus berhadapan dengan hukum di wilayah Polsek Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.


Itu setelah di laporkan menganiaya mantan kekasihnya inisial NS (19) seorang mahasiswi, asal Desa Malimbong, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa,


Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Sumarorong, Iptu Hendrik, mengatakan kejadiannya bermula pada Selasa  20 Oktober 2020, sekira pukul 11.30 Wita, 


Saat itu korban menelepon pelaku yang tak lain adalah mantan kekasihnya, untuk meminta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) milik korban, yang dipegang oleh pelaku, Sekira Pukul 12.00 wita, korban dan pelaku akhirnya bertemu di rumah Kepala Dusun Bamba. " Tidak banyak basa-basi, korban langsung meminta ATM miliknya, namun pelaku menjawab bahwa ATM yang dimaksud, tidak dibawa oleh pelaku. " ujar Kapolsek. 


Menurut Kapolsek, bukannya memberikan ATM milik korban, pelaku malah meminta korban memperlihatkan Handphone miliknya kepada pelaku, sembari menanyakan kekasih baru korban. " Dia (KE) bilang adakah pacarmu, lalu korban menjawab ada. Pelaku kembali menanyakan siapa pacarmu, sambil berupaya merampas handphone korban," terang Hendrik. 


Diterangkan lanjut, pelaku berhasil merampas HP milik korban, ia membuka handphone (HP) korban, lalu melihat pesan singkat korban dengan kekasih barunya. 


Mendapati pesan itu, pelaku kata Hendrik, tidak terima dan menanyakan kepada korban mengapa selingkuh, padahal kata korban, dua sejoli itu telah putus sejak sebulan lalu. " Padahal pengakuan korban, ia sudah putus sejak satu bulan lalu, " Tukasnya. 


Sambung Kapolsek, sekira pukul 12.30 Wita, pelaku mengajak korban pulang ke rumah korban di Dusun Salubungin, tetapi ajakan itu ditolak oleh korban. 

Tak terima ditolak, pelaku mengancam akan menyebar aib dan memaksa korban untuk ikut, korban pasrah hingga menuruti ajakan pelaku.


Di perjalanan, korban meminta  diturunkan di dekat jembatan. Namun naas, bukannya diturunkan secara baik-baik, korban malah mendapat tamparan dari pelaku di kedua pipinya, Bahkan pelaku juga memukul paha kiri korban menggunakan benda tumpul. " Korban histeris dan pelakupun membawa korban ke rumahnya," beber Hendrik. 


Sekira pukul 13.00 wita, lanjut Hendrik, korban kembali mengalami kekerasan dengan cara dipukul dan di tampar oleh pelaku di rumah korban sendiri. 


Tak sampai di situ, pelaku lalu mengambil senjata tajam (sajam) jenis parang dan merusak kursi serta lemari plastik, dengan cara ditusuk. 


Melihat aksi itu, korban merasa malu dan frustasi dan hendak melakukan percobaan bunuh diri menggunakan Sajam. 


Namun upaya itu gagal, setelah tetangga korban dan adik korban masuk ke dalam rumah, dan membuat pelaku melarikan diri. 


Tak berselang lama usai mendapat aduan dari keluarga korban, Personel Polsek Sumarorong langsung mengejar pelaku, Pada pukul 20.00 Wita, personel Polsek Sumarorong yang dipimpin Iptu Hendrik, menuju Desa Saruran, tempat tinggal pelaku. 


Namun pelaku tidak berada di rumahnya, melainkan bersembunyi di rumah keluarganya di Desa Makuang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa. 


Sekira pukul 22.00 wita, pelaku berhasil diamankan oleh personel Polsek Sumarorong bersama barang bukti berupa satu buah parang, Saat ini Polsek Sumarorong masih mendalami kasus ini.



Laporan : Jeje.

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]