Ekonomi

[Ekonomi][bsummary]

Hiburan

[Hiburan][bigposts]

Hot

[Hot][twocolumns]

Program BSPS Polman Disoal, Penerima Bantuan Disuruh Tambah Biaya Rp. 4 Juta

 

Sumber foto rumah tidak layak huni (kitabisa.com)

PERIKSA21.co.id ---- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal dengan istilah bedah rumah untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat, kembali dipersoalkan. 


Salah satu penerima bantuan bedah rumah berinisial TI di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, mengeluhkan permintaan dari fasilitator BSPS yang menyuruhnya menambah ongkos sebanyak Rp. 4 Juta, buat kebutuhan material bangunan rumahnya yang sedang dibangun, "Saya disuruh tambah Rp. 4 juta,  dimana saya ambil uang kasihan, kerja tidak ada, anak masih kecil belum kerja, saya juga sudah cerai sama suami, " Ujar ibu tiga anak ini, saat ditemui di rumah tetangganya, Rabu, 21 Oktober. 2020.


Selain itu, TI mengungkapkan terpaksa meliburkan pembangunan rumahnya  lantaran material bangunan BSPS terlambat datang, Padahal kata TI, saat ini ia dan tiga anaknya menghuni sementara rumah tetangganya karena rumahnya sedang dibangun, Namun tetangganya hanya meminjamkan dengan batas waktu satu bulan, lewat dari batas itu, ia harus menyewa rumah tersebut Rp. 500 ribu perbulan, "Sisa lima hari lagi sudah satu bulan dipinjam, Kalau lebih maka harus disewa itu rumah Rp. 500 ribu perbulan, Pusing ka saya ini, pak, " Ucapnya, 


Menurut TI, ia menerima bantuan bedah rumah sebesar Rp. 17,5 juta dengan rincian Rp. 15 juta untuk material bangunan dan Rp. 2,5 juta buat upah tukang, Sementara luas lokasi rumahnya yang dibangun berukuran hanya 6 kali 6 meter berbentuk kubus tanpa dilengkapi kamar mandi dan WC, " Fasilitator yang pegang uang Rp. 15 juta, dia yang beli material bangunan, Cuma bahannya ada belum datang, seandainya ada kerikil sudah naik itu batu merahnya, terpaksa tukang nganggur juga karena belum datang bahan, " Terangnya. 


Terpisah, Koordinator Fasilitator BSPS Polman tahap III, Heri, saat dikonfirmasi mengakui bahwa penambahan biaya bedah rumah lantaran BSPS hadir untuk memberikan stimulan kepada masyarakat, Terlebih kata dia, pada saat  verifikasi semua masyarakat penerima bantuan menyanggupi, lalu dibuatkan surat pernyataan, " Pada saat wawancara di awal kita pastikan karena itu menjadi syarat utama, harus bersedia mengikuti aturan main yang ada dalam BSPS, " Tegasnya. 


Sebab itu, lanjut Heri, masyarakat penerima bantuan yang enggan mengikuti aturan main, Bisa saja dialihkan ke orang lain, karena pihaknya tidak mau ambil risiko, " Kenapa sekarang baru mengeluh, kenapa tidak dari awal memang, penerima ini kan tanda tangan di atas materai ada dokumen kita pegang, " Ungkapnya. 


Ia menambahkan masyarakat penerima BSPS terkadang malas datang kalau di undang ke pertemuan, karena pertemuan bukan hanya satu kali, " Kebanyakan namanya masyarakat mau rumahnya lebih, padahal kita sudah kasih standar bangunan 6 kali 6 meter, khusus BSPS Kecamatan Matakali dapat jatah 100 unit rumah, " tutur Heri. 


Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Disrumkintan, Polman, Andi Arham, menjelaskan syarat pertama penerima BSPS harus mampu berswadaya dan itu ada pernyataannya, "Masyarakat ditanya memang dari awal, kenapa bilang mampu berswadaya, " Tandasnya.


Laporan : Ahmad Gazali.

No comments:

Post a Comment

Sosial Budaya

[Sosial Budaya][bsummary]

Politik

[Politik][bsummary]

Pengetahuan Umum

[Pengetahuan Umum][bsummary]

Pendidikan

[Pendidikan][bsummary]

Olahraga

[Olahraga][bsummary]

Narkoba

[Narkoba][bsummary]

Life Style

[Life style][bsummary]

Hukum

[Hukum][bsummary]

Kriminal

[Kriminal][bsummary]